ADA SEBUAH RAHASIA BESAR DALAM COBAAN SULIT YANG DIALAMI PARA NABI

Allah SWT tentu tahu bahwa semua Nabi, Dia ciptakan sebagai orang yang memiliki kepercayaan murni dan budipekerti luhur, dan Dia juga menciptakan mereka dengan kebenaran pemahaman dan ketulusan iman. Namun, meskipun Nabi menjadi pilihan Tuhan dan dihormati umatnya, para Nabi masih mengalami cobaan yang sulit sepanjang hidupnya. Kesulitan tersebut bertujuan agar manusia bisa menyaksikan kejujuran mereka, mengadopsi nilai-nilai moral mereka sebagai teladan dan untuk meningkatkan kedekatan serta cinta mereka kepada Allah, juga untuk meningkatkan amal kebaikan mereka berkali-kali lipat di akhirat.

Kisah cobaan berat yang di alami para Nabi digambarkan melalui cerita-cerita yang terkandung dalam Al Qur’an. “Maka Firaun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit.

Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: ‘Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.’

Musa menjawab: ‘Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Rabbku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.’

Lalu Kami wahyukan kepada Musa: ‘Pukul lah lautan itu dengan tongkatmu.’


Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.

Dan disanalah Kami dekatkan golongan yang lain.” (Asy-Syu’araa: 60-64)

Sepanjang masa cobaan sulit Nabi Yunus (as) ketika ia dipenjarakan dalam perut ikan, Nabi Yunus (as) terus-menerus berdoa kepada Allah, seperti yang terkandung dalam sebuah ayat, “… berdoa kepada Alah dalam keadaan berpasrah diri.” (Q.S. Al-Qalam: 48). Nabi Yunus benar-benar mempasrahkan dirinya kepada Allah selama masa cobaan sulit ini sehingga ia berhasil diselamatkan dari perut ikan melalui kasih sayang Allah dan kemudian dikirim kembali ke suatu masyarakat sebagai Nabi mereka.

Masa cobaan sulit yang di alami Nabi Yunus digambarkan secara rinci dalam Al-Quran sebagai berikut:

“Sesungguhnya Yunus benar-benar seorang rosul.
(ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan.

kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah untuk undian.

Maka ia ditelan oleh ikan yang besar dalam keadaan tercela.

Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah.

Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan.

Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.

Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.

Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.

Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (QS. As-Shaaffaat, 139-148).

sumber : harunyahya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s